Business News Pekarya

Inilah 5 Kesalahan yang Harus Dihindari Influencer

Inilah 5 Kesalahan yang Harus Dihindari Influencer

Siapa yang tidak ingin menjadi influencer? Di era media sosial, menjadi influencer adalah sumber pendapatan yang menjanjikan. Bagaimana tidak, dengan tugas utama memposting konten di jejaring sosial, seorang influencer bisa mendapatkan uang dalam jumlah besar setiap bulannya. Plus, influencer selalu dapat mengejar karir lain karena mereka dapat membuat konten dari mana saja, kapan saja. Tentu saja, itu menarik bukan?

Tunggu sebentar! Jika kamu ingin menjadi seorang influencer, ada beberapa hal yang harus kamu hindari agar perjalanan kamu menjadi seorang influencer profesional menjadi lebih mudah. Mari kita lihat bersama!

  1. Hide Like dan Komentar
    Baru-baru ini, Instagram merilis fitur yang memungkinkan pengguna untuk menyembunyikan jumlah suka dan komentar pada konten mereka. Tentu saja fitur ini dilakukan dengan niat baik, untuk menghindari pengguna merasa tidak aman, obsesif atau membandingkan jumlah interaksi dengan pengguna lain. Namun, jika kamu seorang influencer, tidak disarankan menggunakan fitur ini! Pasalnya, saat kamu hide like dan komentar, brand yang tertarik dengan profilmu tidak bisa mendapat gambaran tentang engagement kamu dengan follower. Bagaimana mereka bisa tahu kalau konten yang kamu buat disukai oleh target audiens yang mereka inginkan? Jadi, yuk lebih percaya diri menampilkan jumlah like dan komentar kamu! Meski belum seberapa, jangan minder, karena lama kelamaan pasti akan meningkat asal kamu konsisten meningkatkan kualitas kontenmu.
  2. Archive Konten
    Siapa yang punya kebiasaan archive atau arsip konten? Arsip adalah fitur Instagram lain di mana pengguna dapat menghapus atau menyembunyikan konten mereka sehingga pengguna lain yang mengakses feed mereka tidak dapat melihatnya. Setiap pengguna harus memiliki alasan sendiri untuk mengarsipkan konten mereka, seperti jika konten yang sudah diposting tidak cukup baik atau jika mereka ingin mengurutkan komposisi feed.
  3. Minim Interaksi dengan Follower
    Media sosial bukan hanya tempat posting atau menunjukkan kemahiran kamu dalam membuat konten. Media sosial adalah sarana komunikasi dan interaksi dengan orang lain, baik yang dekat maupun jauh. Jika kamu seorang influencer, interaksi dengan follower justru lebih penting lagi! Interaksi sederhana seperti membalas komentar atau membuka topik obrolan di story bisa membangun kedekatan antara kamu dengan follower. Otomatis, follower pun akan lebih percaya pada opini dan review yang kamu buat, sehingga kamu menjadi influencer yang semakin kredibel. Untuk meningkatkan interaksi dengan follower, kamu bisa mencoba rumus sederhana berikut. Luangkan waktu 30 menit setiap harinya, dengan 10 menit pertama untuk mencari influencer dari niche atau kategori yang sama dengan kamu. Follow, bangun interaksi, dan tunjukkan support pada mereka melalui like atau komentar. Lalu, 10 menit berikutnya, posting story yang interaktif dengan memanfaatkan fitur poll, question box, dan lain-lain untuk memancing follower berinteraksi. 10 menit terakhir bisa kamu gunakan untuk membalas semua DM dan komentar yang kamu terima dengan konsisten.
  4. Hanya Posting Konten Endorse
    Kita semua pasti paham kalau sumber penghasilan utama seorang influencer adalah endorsement atau mempromosikan brand. Namun, jangan sampai semua konten kamu hanya terisi dengan konten tentang brand saja! Biarkan brand dan follower mengenal siapa kamu sebenarnya. Jadilah diri kamu sendiri di media sosial, dan jangan ragu untuk menunjukkan kepribadian, hobi, dan rutinitas kamu. Kamu bisa menyelingi konten brand dengan konten lain seperti konten bersama sahabat atau keluarga, konten melakukan hobi kamu, tempat-tempat favoritmu, dan banyak lagi. Jadi, pengunjung profil kamu juga akan menikmati konten yang lebih variatif Seru kan?
  5. Tidak Memanfaatkan Konten Video
    Dulu, media sosial memang lebih banyak digunakan untuk sharing konten foto. Namun sekarang perkembangan konten video semakin pesat. Instagram, aplikasi yang tadinya hanya fokus pada konten foto saja, kini lebih banyak diisi Reels atau video pendek. Bahkan, algoritma Instagram disebut-sebut lebih mengutamakan konten Reels daripada foto. Mau mengejar karir sebagai influencer? Pastikan kamu menghindari 5 hal di atas! Agar semakin mudah terhubung dengan brand atau penikmat lainnya, kamu bisa mencoba Konekita, aplikasi yang mempertemukan para pekarya dengan penikmat. Kamu bisa menemukan berbagai campaign yang bisa kamu ikuti dengan mudah untuk mendapatkan cuan. Yuk, gabung Konekita!

Leave your thought here

Your email address will not be published. Required fields are marked *